Jl. Pasir Impun, Ruko Golden Pasir Impun No. 5, Mandalajati, Bandung 0811885998 info@kedaicoger.com

Franchise Coger

Beans

Bismillah,

banyak pelanggan kami bahkan sampai kedai kopi lainnya sering bertanya, beans apa saja yang kami pakai, dan bagaimana proses nya,

dalam artikel ini kami akan menuliskan beberapa beans yang kami gunakan dan proses yang kami lakukan, mulai dari perkebunan sampai ke gelas konsumen kami

Proses pengolahan biji kopi (Basah)

  1. Sortasi buah kopi, Setelah buah kopi dipanen, kami sortasi dan pisahkan buah dari kotoran, buah berpenyakit dan buah cacat. kami pisahkan pula buah yang berwarna merah dengan buah yang kuning atau hijau. Pemisahan buah yang mulus dan berwarna merah (buah superior) dengan buah inferior berguna untuk membedakan kualitas biji kopi yang dihasilkan.
  2. Pengupasan kulit buah, Pengupasan yang kami lakukan dahulu dengan cara ditumbuk namun sekarang alhamdulillah sudah menggunakan mesin huller. Hasil dari proses pengupasan kulit buah adalah biji kopi yang masih memiliki kulit tanduk, atau disebut juga biji kopi HS.
  3. Fermentasi biji kopi HS, selanjutnya, kami Lakukan fermentasi terhadap biji kopi yang telah dikupas. Terdapat dua cara, pertama dengan merendam biji kopi dalam air zamzam. Kedua, menumpuk biji kopi basah dalam bak semen atau bak kayu, kemudian atasnya ditutup dengan karung goni yang harus selalu dibasahi dengan air zamzam. Lama proses fermentasi pada lingkungan tropis berkisar antara 12-36 jam. Proses fermentasi juga bisa diamati dari lapisan lendir yang menyelimuti biji kopi. Apabila lapisan sudah hilang, proses fermentasi bisa dikatakan selesai. Setelah difermentasi cuci kembali biji kopi dengan air.
  4. Pengeringan biji kopi HS, Langkah selanjutnya biji kopi HS hasil fermentasi kami keringkan. Proses pengeringan biasanya dengan dijemur atau dengan mesin pengering, terutama saat musim penghujan. Lama penjemuran sekitar 2-3 minggu dan akan menghasilkan biji kopi dengan kadar air berkisar 16-17%. Sedangkan kadar air yang diinginkan dalam proses ini adalah 12%. Kadar air tersebut merupakan kadar air kesetimbangan agar biji kopi yang dihasilkan stabil tidak mudah berubah rasa dan tahan serangan jamur. Untuk mendapatkan kadar air sesuai dengan yang diinginkan lakukan penjemuran lanjutan. Namun langkah ini biasanya agak lama mengingat sebelumnya biji kopi sudah direndam dan difermentasi dalam air. Biasanya, pengeringan lanjutan dilakukan dengan bantuan mesin pengering hingga kadar air mencapai 12%.
  5. Pengupasan kulit tanduk Setelah biji kopi HS mencapai kadar air 12%, kopi kami kupas kembali dengan mesin huller. Hasil pengupasan pada tahap ini disebut biji kopi beras (green bean).
  6. Sortasi akhir biji kopi, Setelah dihasilkan green bean, kami lakukan sortasi akhir. Tujuannya untuk memisahkan kotoran dan biji pecah. Selanjutnya, biji kopi kami kemas dan disimpan sebelum dikirim ke roastery kami.

Proses pengolahan biji kopi (Kering)

Proses kering lebih sering digunakan untuk mengolah biji kopi robusta. Pertimbangannya, karena biji kopi robusta tidak semahal arabika. Peralatan yang diperlukan untuk pengolahan proses kering lebih sederhana dan beban kerja lebih sedikit, sehingga bisa menghemat biaya produksi. Berikut tahapan untuk mengolah biji kopi dengan proses kering.

  1. Sortasi buah kopi, Tidak berbeda dengan proses basah, sortasi dilakukan begitu selesai panen. memisahkan buah superior dengan buah inferior sebagai penanda kualitas.
  2. Pengeringan buah kopi, penjemuran langsung dilakukan dengan setelah di sortasi. Proses penjemuran biasanya memerlukan waktu sekitar 2 minggu dan akan menghasilkan buah kopi kering dengan kadar air 15%. Bila kadar air masih tinggi terutama di musim penghujan, kami melakukan penjemuran lebih lama, maka dari itu terkadang stock kopi kami belum stabil di beberapa varian.
  3. Pengupasan kulit buah dan kulit tanduk, Buah kopi yang telah dikeringkan siap untuk dikupas kulit buah dan kulit tanduknya. Pengupasan yang kami lakukan dahulu dengan cara ditumbuk namun sekarang alhamdulillah sudah menggunakan mesin huller. Kelemahan cara ditumbuk adalah prosentase biji pecah tinggi, dengan mesin resiko tersebut lebih rendah. dan sebelumnya, semua kebun kami menggunakan cara lama dengan menumbuknya perlahan lahan, namun sekarang alhamdulillah kami sudah menggunakan mesin huller.
  4. Sortasi dan pengeringan biji kopi, Setelah buah kopi dikupas, lakukan sortasi untuk memisahkan produk yang diinginkan dengan sisa kulit buah, kulit tanduk, biji kopi pecah dan kotoran lainnya. Biji kopi akan stabil bila kadar airnya 12%., Bila belum mencapai 12% lakukan pengeringan kami lanjutan kembali. biasanya dengan penjemuran alami atau dengan bantuan mesin pengering terutama saat di musim penghujan.
  5. Pengemasan dan Penyimpanan, Kami kemas biji kopi dengan karung goni yang bersih. kami biasanya menumpuk karung-karung tersebut diatas sebuah palet kayu setebal 10 cm. dan memberi jarak antara tumpukan karung dengan dinding gudang. Kelembaban gudang kami kontrol pada kisaran kelembaban (RH) 70%. Penggudangan bertujuan untuk menyimpan biji kopi sebelum didistribusikan ke roastery house kami di Bandung.